Kalau helm impor kualitas numero uno beli dari luar negeri yang notabenenya udah certified DOT atau SNELL atau bahkan ECE, tapi ga ber-SNI, lah kok saya kena razia pak polisi???? Isu yang dulu sempat hangat dibicarakan beberapa waktu lalu nongol lagi, diajang Yamaha Sunday Race R-Cup Series leg 2 di Sentul pekan lalu. Mungkin pihak penyelenggara pengen main aman, karena sempat ada kecelakaan parah antara rider Thailand dan Indonesia (google aja sob, pasti nemu), jadi mereka ingin memastikan semua celahnya tertutup in case shit happen lagi, mereka bisa berlindung dibalik undang-undang. Kok bisa helm yang nongol di MotoGP ga boleh masuk di Sentul!? Sebenernya gimana sih SNI kalau dibandingkan dengan standar sertifikasi luar negeri?
Yang kita jadiin tolak ukur di artikel SNI vs DOT vs SNELL (ada lagi ECE di Eropa tapi ini by default udah di atas ECE lah, jadi ga usah dibahas dulu), secara garis besar DOT adalah standar yang dipakai di US dan SNELL adalah lembaga independen yang standarnya juga diterima dibanyak negara. Banyak yang bilang SNELL lebih terpercaya karena memang manufaktur helm untuk menjual harus DOT approved tapi manufaktur bisa melakukan sendiri tesnya dengan standar DOT dan mencap helmnya DOT Approved, kalau SNELL harus pihak SNELL yang melakukan. Biar straight forward, ni ringkasan tesnya sob:
SNI | DOT | SNELL:
+ Uji redam; maksimal gaya & kecepatan tabrakan: 300 g @ 6.5 m/s | 400 g @ 6 m/s | 275 g @ 7.75 m/s
+ Uji penetrasi; berat paku & ketinggian dijatuhkan: 3 kg & 1.6 m | 3 kg & 3 m | mirip dengan uji redam tapi menggunakan besi tajam
+ Uji tali dagu: ya + kelicinan tali| | ya | ya + kelicinan tali
+ Uji visor: tidak | tidak | pellet 1 gram @ 500 km/h
Detil perhitungan ataupun standar alat testnya ada di manual masing-masing sob kalau mau, tapi yang ingin ditekankan disini adalah, apakah make sense melarang penggunaan helmet yang di beberapa poin testnya itu lebih tinggi standarnya, dan sudah terbukti di dunia otomotif internasional hanya karena tidak bersertifikat SNI?? Apalagi banyak yang sudah DOT + SNELL approved, atau bahkan DOT + SNELL + ECE approved. Tapi FYI aja, kalau sobat-sobat di US, dan memakai helm standar ECE (standar yang lebih tinggi dari DOT & SNELL), tapi belum DOT approved, kalau polisinya mau mempermasalahkan juga ada pasalnya itu sob haha. So, kembali ke opini masing-masing aja ya. Yang penting pake helm, jangan kayak temen-temen tukan ngaji kita yang cuman pake kopiah doang kalau lagi “kopdar.”
Sumber: DirJenHubDat, Snell, NHTSA
Editor: Yasser Rifemi
Eat – Sleep – Ride – Repeat

















































Nasib paling disayangkan para fans mungkin untuk Marquez ya, yang sangat bagus saat sesi kualifikasi tapi melorot performanya saat race. Ada yang bilang karena ban seperti rider Honda lainnya, ada yang bilang memang settingnya yang kurang optimum, ada juga yang bilang karena gambling swing arm baru. But apapun itu, Marquez menyuguhkan race yang sangat ciamik merebutkan posisi 4 dengan Iannone dan Bradley Smith, walaupun memang sangat terlihat power GP15 di trek lurus blar blar banget ya sob.
Last but not least sama Stoner, yang ngerasa Rossi terlalu nafsu melakukan manuver-manuver, walaupun debatable ya, terutama di 1 tikungan “cork screw” yang Rossi motong sampai luar aspal. Yang ga debatable ya hasilnya, Rossi podium 1 dan Stoner podium 2. Saking senengnya si Rossi sama tikungan itu di victory lap doi balik ke tikungan itu, turun dari motornya dan nyium tu aspal sob! Pecah abis!! Gimana Stoner ga makin gondok hahahhaa. Nih